Kenapa memilih membudidayakan ikan bandeng?
karena ikan bandeng
lebih cocok untuk berada di air asin,dibandingkan dengan udang windu.Selain itu
budidaya ikan bandeng memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan ikan
yang lainnya dan memiliki keuntungan yang lebih besar,1 tahun bisa panen antara
2-3 kali panen.
Ikan ini merupakan komoditas budidaya yang banyak dikenal dan dikembangkan masyarakat. Teknologi budidaya yang relatif mudah dan tidak banyak kendala, harga relatif tinggi. Kebanyakan pembudidaya ( petani ) hanya melakukan budidaya bandeng pada tambak yang cukup luas dengan pola tradisional.
Ikan ini merupakan komoditas budidaya yang banyak dikenal dan dikembangkan masyarakat. Teknologi budidaya yang relatif mudah dan tidak banyak kendala, harga relatif tinggi. Kebanyakan pembudidaya ( petani ) hanya melakukan budidaya bandeng pada tambak yang cukup luas dengan pola tradisional.
Cara budidaya Ikan Bandeng
A.
Tempat Budidaya
Memilih tempat budidaya di air
tenang yaitu tambak dan air deras yaitu sungai tapi ikan ini lebih suka dan
akan lebih berkualitas jika di kembangkan di tambak
B.
Perbedaan Jantan dan Betina
Seleksi induk dilakukan untuk memperbaiki genetik ikan agar
benih yang akan dihasilkan memiliki kualitas yang lebih unggul. Induk yang
unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya.
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
Bentuk normal, perbandingan panjang dan beratnya ideal
Ukuran kepalanya relatif kecil, diantara satu peranakan
pertumbuhannya paling cepat
Susunan sisik teratur, licin, mengkilat, tidak ada luka
Gerakan lincah dan normal
Berumur antara 4-5 tahun
D. Pemijahan Induk
Jika kedua induk sudah siap dan , kini tiba giliran kita untuk melakukan proses pemijahan. Ada dua jenis pemijahan ikan bandeng, yaitu pemijahan alami dan pemijahan butan. Pemijahan alami jauh lebih simpel jika dibandengkan dengan pemijahan buatan. Dalam proses pemijahan alami, kita hanya menyediaakan beberpa jenis fasilitas untuk mendukung proses pemijahan alami. Bak/ kolam buatan sebaiknya berukuran 30-100 ton dengan kedalaman sekitar 1,5 sampai 3 meter.
Kolam harus dilengkapi dengan aerasi kuat yang
dapat diperoleh dari alat yang disebut ‘diffuser’. Dasar bak juga wajib diberi
jaring. Kepadatan kolam tidak boleh lebih dari 2-4 meter meter persegi untuk
satu ekor induk. Dan pemijahan biasanya terjadi pada malam hari di mana induk
jantan mengeluarkan sperma dan induk betina mengeluarkan sel-sel telur sehingga
pembuahan external pun dapat terjadi.Telur yang sudah dibuahi akan mengapung.
E. Penetasan Telur
Telur-telur ikan bandeng yang terbuahi akan
terapung di permukaan kolam sedangkan telur ikan bandeng yang tidak terbuahia
akan tenggelam hingga ke dasar kolam. Telur-telur yang sudah berhasil terbuahi
sebaiknya langsung diinkubasi hingga masa pertumbuhan embrio tiba. Telur-telur
ini kemudian dipindahkan ke bak khusus penetasan dengan kapasitas kepadatan bak
antara 20-30 butir telur per liter air. Setelah proses penetasan telur,
sebaiknya kita berikan larutan formalin dengan kadar 40 persen dengan durasi
sekitar 10-15 menit agar telur-telur bebas dari bakteri, parasit, dan
penyakit. Step berikutnya yaitu step pemeliharaan larva hingga berubah
menjadi nener (ikan bandeng muda). Pada masa pertumbuhan nener, kita wajib
berikan pakan baik pakan alami dan pakan buatan yang sesuai dengan umurnya.
F. Pemeliharaan Larva
Air media pemeliharaan larva yang
bebas dari pencemaran, suhu 27-310 C salinitas 30 ppt, pH 8 dan oksigen 5-7 ppm
diisikan kedalam bak tidak kurang dari 100 cm yang sudah dipersiapkan dan dilengkapi
sistem aerasi dan batu aerasi dipasang dengan jarak antara 100 cm batu
aerasi.
Larva umur 0-2 hari kebutuhan
makananya masih dipenuhi oleh kuning telur sebagai cadangan makanannya. Setelah
hari kedua setelah ditetaskan diberi pakan alami yaitu berupa lumut. Masa
pemeliharaan berlangsung 21-25 hari saat larva sudah berubah menjadi nener.
Pada hari ke nol telur-telur yang
tidak menetes, cangkang telur larva yang baru menetas perlu disiphon sampai
hari ke 8-10 larva dipelihara pada kondisi air stagnan dan setelah hari ke 10
dilakukan pergantian air 10% meningkat secara bertahap sampai 100% menjelang
panen.
Masa kritis dalam pemeliharaan
larva biasanya terjadi mulai hari ke 3-4 sampai ke 7-8. Untuk mengurangi jumlah
kematian larva, jumlah pakan yang diberikan dan kualitas air pemeluharan perlu
terus dipertahankan pada kisaran optimal.
Nener yang tumbuh normal dan sehat
umumnya berukuran panjang 12- 16 mm dan berat 0,006-0,012 gram dapat dipelihara
sampai umur 25 hari saat penampakan morfologisnya sudah menyamai bandeng
dewasa.
G. Proses Budidaya Ikan Bandeng :
1. Pertama, siapkan 4 kolam dalam 1 tambak setiap
kolam berukuran 5 Ha. 4 kolam digunakan dari proses awal-akhir.
* Kolam pertama, diisi benih ikan
bandeng pada bulan Januari. Lalu biarkan selama 3 bulan.Lalu setelah 3 bulan
ikan dipindahkan ke kolam kedua ,lalu kolam pertama dikeringkan hanya sampai
pinggir kolam kering,bagian tengah tidak perlu sampai kering karena lumut
menyukai tempat lembab (kurang lebih 3 hari),beri mess(pupuk untuk ikan),lalu
diisi kembali air selama 3 hari dengan ketinggian 50 cm dan sampai tumbuh
lumut.
* Kolam kedua,pada awal bulan januari
terdapat ikan yang berumur 4 bulan dan saat berumur 6 bulan ikan siap
dipanen,lalu dikeringkan dan diberi mess dan tumbuh lumut,lalu diisi kembali
ikan yang berumur 3 bulan dari pindahan kolam pertama..Kemudian biarkan ikan
sampai berumur 6 bulan.Setelah kurang lebih 3 bulan pakan di kolam kedua,kolam
kembali dikeringkan seperti kolam pertama dan diberi mess dan biarkan sampai
tumbuh lumut.
* Kolam ketiga pada awal bulan januari
terdapat ikan yang berumur 6 bulan dan saat berumur 8 bulan ikan siap
dipanen,lalu dikeringkan dan diberi mess dan tumbuh lumut,lalu diisi kembali
ikan yang berumur 6 bulan dari pindahan kolam kedua lalu diisi ikan yang
berumur 6 bulan dan dibiarkan sampai bulan ke 7,saat ikan berumur 7 bulan, ikan
dipindah ke kolam ke empat dan kolam ketiga harus dikeringkan terlebih dahulu
dan diberi mess.
* Kolam keempat juga harus sudah dalam
keadaan diberi mess dan tumbuh lumut,di kolam keempat tempat untuk pembesaran
ikan sampai ikan berumur 10 bulan,saat sudah berumur 10 bulan,ikan
dipilah-pilah menjadi 3 bagian,bagian pertama ikan yang berukuran besar
dibesarkan di satu kolam,ikan yang berukuran agak besar dibesarkan di satu
kolam,ikan yang berukuran kecil dibesarkan di dua kolam.
Setelah dipilah dan terjadi pembagian
kolam,ikan dibesarkan sampai berumur 12 bulan dan dipanen saat panen raya
berlangsung satu tahun sekali. Panen tergantung pada harga pasar dan cuaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar